Hotline: (0274) 617-601 Email: info@poltekkesjogja.ac.id
Berita
21-09-2026
Administrator - Harsono

Dosen Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Raih Prestasi di Asia-Pasifik melalui Inovasi FeedWise Berbasis AI




Yogyakarta, 21 September 2026 – Poltekkes Kemenkes Yogyakarta kembali mencatatkan kiprah di tingkat internasional melalui prestasi Prof. Tri Siswati yang tergabung dalam tim kolaborasi Indonesia, pengembang aplikasi FeedWise. Inovasi kesehatan berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tersebut berhasil meraih penghargaan sebagai salah satu dari tiga pemenang dalam Asia-Pacific Global Health Innovation Hackathon 2026 di Singapura, pada 18–19 September 2026.

Prestasi ini menjadi bagian dari kontribusi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dalam pengembangan inovasi kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung pemantauan nutrisi dan tumbuh kembang anak.

FeedWise merupakan aplikasi berbasis AI yang dapat diakses melalui smartphone untuk membantu orang tua dan pendamping memantau perkembangan nutrisi serta tumbuh kembang anak secara lebih mudah, terstruktur, dan berkelanjutan. Inovasi ini dikembangkan untuk menjawab tantangan kesehatan ibu dan anak melalui pemanfaatan teknologi digital.

Dalam kompetisi tingkat Asia-Pasifik tersebut, Prof. Tri Siswati berkolaborasi dengan Paramashanti Bunga Astria, Ph.D. dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Rifky Ismail dari Universitas Diponegoro (UNDIP), serta Tri Ismiyanto sebagai praktisi pekerja sosial di bidang kesehatan.

Kolaborasi lintas institusi dan multidisiplin ini memadukan keahlian di bidang kesehatan, penelitian, teknologi, dan pendampingan masyarakat. Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam mengembangkan solusi inovatif yang tidak hanya berbasis ilmu pengetahuan, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan nyata masyarakat.

 

FeedWise Terpilih sebagai Salah Satu dari Tiga Inovasi Pemenang

Asia-Pacific Global Health Innovation Hackathon 2026 mempertemukan inovator dari berbagai negara untuk mengembangkan solusi terhadap tantangan kesehatan di kawasan Asia-Pasifik. Pada tahun ini, kompetisi berfokus pada isu nutrisi ibu dan anak, mulai dari kebutuhan nutrisi selama kehamilan hingga pemenuhan nutrisi bayi dan anak usia dini.

Tim FeedWise mengikuti rangkaian kegiatan pengembangan solusi, mentoring, dan presentasi di hadapan panel juri internasional. Setelah melalui tahapan tersebut, FeedWise terpilih sebagai salah satu dari tiga inovasi pemenang, bersama tim dari Thailand dan Bangladesh.

Capaian ini memperlihatkan potensi kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan praktisi dalam menghasilkan inovasi kesehatan yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

 

Peluang Pengembangan melalui Program Inkubasi Internasional

Sebagai bagian dari penghargaan, tim FeedWise memperoleh kesempatan mengikuti Asia-Pacific Global Health Hackathon Incubation Programme selama enam bulan, mulai Oktober 2026 hingga Maret 2027.

Program inkubasi tersebut mencakup pendanaan awal untuk pengembangan dan pengujian inovasi, pendampingan oleh para ahli, serta dukungan pengembangan dengan nilai keseluruhan hingga SGD 25.000 per tim dalam bentuk non-tunai.

Kesempatan ini menjadi ruang bagi tim untuk melanjutkan pengembangan FeedWise melalui proses pengujian, penyempurnaan, dan penguatan inovasi. Program tersebut juga membuka peluang untuk mendorong pengembangan aplikasi menuju penerapan yang lebih luas dalam mendukung pemantauan nutrisi dan tumbuh kembang anak.

Kompetisi ini diselenggarakan oleh Academic Medicine Innovation Institute (AMII) dan SingHealth Duke-NUS Global Health Institute (SDGHI), bersama SingHealth International Collaboration Office (ICO), dengan tujuan mendorong pengembangan dan implementasi inovasi kesehatan di kawasan Asia-Pasifik.

Mendorong Riset dan Inovasi Kesehatan yang Berdampak

Prestasi Prof. Tri Siswati bersama tim FeedWise menjadi motivasi bagi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta untuk terus memperkuat budaya penelitian, inovasi, dan kolaborasi lintas institusi. Keterlibatan dosen dalam ajang internasional ini juga menunjukkan peluang bagi keilmuan kesehatan untuk bersinergi dengan perkembangan teknologi digital dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat.

Melalui kolaborasi dan kesempatan inkubasi internasional, FeedWise diharapkan dapat terus dikembangkan menjadi inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pemantauan nutrisi dan tumbuh kembang anak.

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta terus mendorong pengembangan penelitian dan inovasi yang berorientasi pada pemecahan masalah kesehatan, penguatan jejaring kerja sama, serta peningkatan kontribusi perguruan tinggi kesehatan di tingkat nasional maupun internasional.

 

Sumber: Diolah dari berita Universitas Diponegoro dan Inilah Jateng, 20 September 2026.